Dalam angan terdalam ini ku hadirkan sebuah taman bunga
Terfikir jika taman ini selalu mekar, segar bila dipandang
Tanpa adanya serangga maupun tangan jahil yang tidak berminat untuk memeliharanya
Tak tega bila tanah di bawahnya kering, gersang
Musim bunga yang ku nanti datang di saat hati ini bungah
Tak sabar menanti
Tapi ku takut bila suatu saat bunga itu layu
Atau mati dipetik oleh orang
Anggrek, mawar, dan warna indah yang terpancar
Memberi kesegaran pada diri
Berharap tumbuh, kembang kemudian dicintai
Maka tak sanggup bila ku pergi, lama
Melupakan bunga mekar yang selalu ku siram
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment