Telah pergi cinta yang selama ini ku damba
Tak sanggup ia menerima kenyataan
Kenyataan bahwa aku mencintainya
Keyakinan akan hadirnya perasaan yang sama
Jauh terbentang
Tersusun rapi tersekat
Dekapan yang tak pernah menghangatkanku
Deburan hasrat yang tak pernah menyapu diriku
Hembusan nafas yang tak pernah menyadarkanku
Cinta yang tak pernah datang menghampiriku
Sakit ku dera demi cinta
Embun angan di kaca
Tertulis nama dirinya, turut hilang menyepi
Sakit ku terima demi tawa
Ku kejar keabadian cinta itu
Kebahagian
Malam penuh tanya, telah terlewat di bawah bayang dirinya
Perih saat mengubur cinta ini
Mengubur cinta lama yang kucari, ku damba dalam duniaku
Cinta yang sanggup menemani
Cinta yang sanggup memahami
Terkubur bersama satu ikatan kesunyian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment