Saat indah bersamamu, tak hilangkan pedih hati tersayat
Meneteskan air mata kehilangan
Jatuh keterpurukan, terhina bila ku ingat hati itu bebas
Ingin ku jamah bagian terdalam atas cinta abadi
Yang seperti kata orang-orang agungkan
Ku lihat kenyataan ini
Tak bisa ku rubah bila tubuh ini terus berdarah
Tercabik terseok, hampa setelah tahu akan sukarnya perjalanan menuju kedamaian
Diam saja tak cukup!
Selalu hina ku ingat tentang perasaan ragu
Mungkinkah kita kan bersama?
Takut, masih takut tersingkir, dalam benak
Ragu, bintang yang benderang itu padam
Tapi lebih menyakitan ketika tahu
Kita mengubur cinta ketika mereka menutup mata
Buka!
Lihat!
Cinta ini membelai relung jiwa
Apakah kalian tahu bila ku hanya ingin bersamanya!?
Apakah kalian tega membunuh kami!?
Lama ingin ku berikan cinta ini padanya
Tangisan ini bukti
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment