Gemerlap bintang malam
Tiada menyilaukan hati
Jiwa yang telsh setia menunggu
Dalam renungan, dalam detik yang terlewat
Hanya mempesona diri
Di kepalsuan yang menjadi ironi
Kemudian berubah menuju angkara
Berangan untuk mendengar suara
Ibarat terduduk di pojok
Berharap alam kaan memanggil
Sesungguhnya tidak
Karena semua telah hilang
Menggema ke ujung langit
Sampai tersadar bahwa cahaya, cahaya redup itu menampakkan bayangan diri
Sampai tersadar adanya harapan, dusta dan cinta di dalam relung hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment