Ketika cinta itu datang menunjukkan kerapuhan sosoknya
Ku tanya padanya,apakah kau tidak mempunyai suatu pertahanan?
Yang dapat menolong bila kau diserang nanti?
Ia hanya bisa tersenyum
Tersenyum simpul penuh arti
Tak tahu apa yang sedang difikirnya
Akankah ia memberi tahu tentang isi hatinya
Sadar terhadap keadaan diri yang sedang rapuh
Takut runtuh
Tapi dengan berani ia menyatakan bahwa dirinya siap
Perang penuh percaya diri
Sayang saat itu ia tak berhasil mendapat kasih
Saat itu ia telah memukul tepat sasaran
Hanya sang mentari tak ikut memberikan jawab
Sungguh hati kecilku menyadari akan semangatnya
Semangat jiwa tak pantang mati
Ku bersedih saat ia kecewa akan jawaban yang telah ia dapat
Namun apakah ia tahu,mungkin jawaban itulah yang terbaik
Mungkin perjalanannya menuju kemenangan sudah menunggu
Mungkin itu bukan perjalanan yang selama ini ia cari
Tapi tetap berharap jawaban itu menjadikan dirinya
Hebat,kuat dan siap menghadapi pertempuran selanjutnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment