Wahai dirimu
Dirimu yang sedang berdiri menghadap ujung samudera
Kubisikan kata sayang kepada dirimu
Sayang ku ini takkan musnah dimakan waktu
Tak pula hilang disapu ombak laut
Karena kata itu kutancapkan,dalam ke inti bumi
Atau ku layangkan menuju bintang terang disana
Bangga akan dirimu yang telah berhasil menerjang ombak
Kupeluk dirimu,erat sampai ku yakin dirimu tak lagi memikirkan perjalanan sebelumnya
Maupun perjalanan berikutnya
Ku turut melihat matahari turun,kembali ke peraduan
Hilang bersama horizon
Dan tetap ku bisikan kata sayang itu kepada dirimu
Sayang ku pada sahabat
Dan tetap ku bisikan kata sayang itu kepada dirimu
Hingga matahari kembali menyinari seluruh jagad
Tetap bersama walau pada malam kan dingin dan ombak pantai menggoda untuk mendekat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(63)
-
▼
April
(50)
- Selalu Bersamamu, Sahabat
- Cinta Ini Diam
- No More Love Between Us
- Bisikku Pada Sahabat
- Perang itu Belum Berakhir
- Sebuah Tanya untuk Hati Ini
- You Should To Know
- Ikhlas Cinta ini Dikubur Dalam Kesendirian
- Hanya ingin bersamamu
- Taman Bunga Hati
- Just Loving Me
- Still Love Me
- The Concentrate of Life
- Need But Not Want
- Your Shadow
- Terima Kasih
- Selamat Tinggal
- Sampai Di sini
- Terungkap Sudah
- Terpilih
- Segitiga
- Setia
- Kecewa
- Tak Lagi
- Janji
- Kerinduan Cinta
- Guruku
- Siksaan Hati
- Forever Friend (Part 2)
- Forever Friend (Part 1)
- Lampu Neon
- Tergundah
- Percuma
- Stay Beside Me
- Life Sucks (Part 2)
- Life Sucks (Part 1)
- Hey friend
- It’s Your Fault, You Blame It To Me
- Fragile Life
- Me, My Bestfriend and My Classmate
- You Need Go To School (Again)
- Live in Dream
- Negeriku
- Takkan kembali
- Ironi Sebuah Hati
- My Hole Life
- Fire Works Show
- Lukisan Malam
- Untitled
- Rapuh
-
▼
April
(50)
No comments:
Post a Comment